Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di
mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka
menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil,
memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap
harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka
mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada
orang lain.
Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang
anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan
mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi
dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh
menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan
kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel.
Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti
bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku
masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas tapi
pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu
pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku
tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah
lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku
beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk
mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat
tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara
tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku.
Mungkin aku belumlah
menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak
mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring
berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana
susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai
sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya.
Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka
yang kelelahan sama sekali dan
mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di
lakukanya dengan ikhlas.
Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang
masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta
yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah
mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan
kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya
di setiap harinya.
By: Wisnu Wijaya
By: Wisnu Wijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar