Wisnu Wijaya
Keistimewaan dari sebuah kehidupan adalah menjadi dirimu sendiri "Joseph Campbell"
Senin, 02 Januari 2017
Dua Mutiara Kehidupan
Dimana
aku di besarkan oleh mereka yang sangat
sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka
sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang
aku
banyak menyushkan banyak berbuat salah pada mereka tapi mereka selalu
sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya
sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara
perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan
membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku
selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat
mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah
berarti.
Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di
mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka
menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil,
memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap
harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka
mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada
orang lain.
Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang
anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan
mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi
dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh
menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan
kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel.
Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti
bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku
masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas tapi
pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu
pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku
tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah
lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku
beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk
mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat
tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara
tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku.
Mungkin aku belumlah
menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak
mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring
berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana
susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai
sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya.
Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka
yang kelelahan sama sekali dan
mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di
lakukanya dengan ikhlas.
Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang
masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta
yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah
mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan
kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya
di setiap harinya.
By: Wisnu Wijaya
By: Wisnu Wijaya
Minggu, 01 Januari 2017
UAS TIK
Nama : Wisnu WIjaya
Kelas : 3F
NPM : 15230197
Prodi : PJKR
1. Jawaban sesuai UAS TIK No. 1 yaitu bisa di lihat Disini
2. Jawaban sesuai Uas TIK No.2 yaitu Disini
3. Dua Mutiara Kehidupan
Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku banyak menyushkan banyak berbuat salah pada mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.
4. Inilah video karya kelompok saya keseharian waktu saat di semarang yang sedang menempuhkuliah di Upgris
Kelas : 3F
NPM : 15230197
Prodi : PJKR
1. Jawaban sesuai UAS TIK No. 1 yaitu bisa di lihat Disini
2. Jawaban sesuai Uas TIK No.2 yaitu Disini
3. Dua Mutiara Kehidupan
Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku banyak menyushkan banyak berbuat salah pada mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.
Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di
mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka
menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil,
memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap
harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka
mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada
orang lain.
Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang
anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan
mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi
dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh
menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan
kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel.
Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti
bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku
masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas tapi
pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu
pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku
tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah
lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku
beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk
mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat
tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara
tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku.
Mungkin aku belumlah
menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak
mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring
berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana
susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai
sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya.
Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka
yang kelelahan sama sekali dan
mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di
lakukanya dengan ikhlas.
Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang
masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta
yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah
mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan
kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya
di setiap harinya.
By: Wisnu Wijaya
By: Wisnu Wijaya
Sabtu, 24 Desember 2016
Kegiatan kuliah di semarang
Mau tau kegiatanku kalo kuliah di semarang ataupun keseharianku di semarang chek this outKlik disni
Selasa, 29 November 2016
Wisata Alam Jembatan Buntu Batang
Rabu, 09 November 2016
Curug Genting
curug genting merupakan destinasi wisata yang ada di Batang tepatnya di desa di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah,
tepatnya kurang lebih 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Untuk
menuju ke lokasi destinasi ini, wisatawan dapat menempuh rute dari
Batang-Bandar-Blado sejauh 25 km. Setelah itu, kemudian menyusuri jalan
desa beraspal dari Blado menuju Bawang sejauh 5 km. Curug ini sempat populer pada beberapa tahun yang lalu, namun sejak tahun 2009 tak lagi dikelola. Kini, lokasi wisata alam itu pun seakan berubah menjadi tempat asing. Nama Curug Genting diambil dari dua fenomena alam yang terdapat di lokasi ini, yaitu Curug (Air Terjun) dan Genting (Gua).
Di lokasi ini, selain terdapat air terjun, memang terdapat gua alam
dengan kedalaman lebih kurang 17 meter. Di dalam gua tersebut mengalir
air yang dingin melalui sela-sela bebatuan.
Air tejun Curug Genting sendiri terpampang megah dengan ketinggian 40 meter. Di sekelilingnya, terhampar hutan pinus yang asri.
Satu hal yang menarik dari lokasi wana wisata ini adalah suasananya yang sunyi. Tempatnya memang tersembunyi dan di sekelilingnya masih sepi dari aktivitas ramai. Jika bukan di hari Minggu atau hari libur lainnya, tak banyak orang akan datang ke sana.
Bahkan, boleh dikatakan agak sulit bertemu orang di sana jika bukan di hari libur. Sehingga, destinasi ini bisa dikatakan sebagai potensi wisata yang tersembunyi. Perjalanan menuju air terjun memang terasa membutuhkan perjuangan. Maka, untuk mempermudah pengunjung turun demi menikmati keindahan air terjun, selain telah membangun tangga setinggi sekitar 500 anak tangga, pihak pengelola juga menyediakan shelter sebagai tempat beristirahat sambil menikmati keindahan alam yang masih alami.
Tak hanya alami, wana wisata Curug Genting juga memiliki nilai edukasi yang cukup tinggi. Nilai itu antara lain sudah terlihat dari pintu gerbang bergapura. Gapura berwujud wajah Betara Kala yang mulutnya menganga.
Mulut menganga itulah yang berfungsi sebagai pintu masuk. Gapura
Betara Kala ini dilengkapi dengan aksara Jawa di bagian pelipisnya yang
bertuliskan “Wening Manjing Gapuro Tunggal”. Tulisan tersebut merupakan
sebuah sengkalan atau penandaan waktu yang biasa digunakan oleh orang
Jawa Kuno. Betara Kala yang mulutnya menganga itu juga memiliki filosofi
tersendiri. Kala yang juga berarti waktu dengan mulutnya yang menganga
itu berarti pula bahwa ketika kita melangkah memasuki gapura tersebut,
pada prinsipnya kita telah masuk ke dalam mulut Sang Kala, dan kita
telah termakan oleh waktu. Intinya, di dalam setiap langkah kita akan
termakan oleh Sang Kala (waktu), dan waktu kita untuk hidup akan semakin
berkurang.
Air tejun Curug Genting sendiri terpampang megah dengan ketinggian 40 meter. Di sekelilingnya, terhampar hutan pinus yang asri.
Satu hal yang menarik dari lokasi wana wisata ini adalah suasananya yang sunyi. Tempatnya memang tersembunyi dan di sekelilingnya masih sepi dari aktivitas ramai. Jika bukan di hari Minggu atau hari libur lainnya, tak banyak orang akan datang ke sana.
Bahkan, boleh dikatakan agak sulit bertemu orang di sana jika bukan di hari libur. Sehingga, destinasi ini bisa dikatakan sebagai potensi wisata yang tersembunyi. Perjalanan menuju air terjun memang terasa membutuhkan perjuangan. Maka, untuk mempermudah pengunjung turun demi menikmati keindahan air terjun, selain telah membangun tangga setinggi sekitar 500 anak tangga, pihak pengelola juga menyediakan shelter sebagai tempat beristirahat sambil menikmati keindahan alam yang masih alami.
Tak hanya alami, wana wisata Curug Genting juga memiliki nilai edukasi yang cukup tinggi. Nilai itu antara lain sudah terlihat dari pintu gerbang bergapura. Gapura berwujud wajah Betara Kala yang mulutnya menganga.
Minggu, 06 November 2016
Dua Mutiara Kehidupan
Dua Mutiara Kehidupan
Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat
sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka
sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku
banyak menyushkan banyak berbuat salah pada mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.
Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil, memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada orang lain.
Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel.
Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas tapi pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku.
Mungkin aku belumlah
menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak
mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring
berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana
susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai
sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya.
Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka
yang kelelahan sama sekali dan
mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di
lakukanya dengan ikhlas.
Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang
masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta
yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah
mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan
kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya
di setiap harinya.
By: Wisnu wijaya
By: Wisnu wijaya
Langganan:
Postingan (Atom)