SELAMAT DATANG SEMOGA BERMANFAAT BAGI ANDA

Senin, 02 Januari 2017

UU ITE

Berikut adalah cara berinternet yang cerdas dan beretika anda ingin tau silahkan KLIK DISINI

Dua Mutiara Kehidupan

Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku banyak menyushkan banyak berbuat salah pada  mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.

         Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil, memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada orang lain. 
        Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel. 
       Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas  tapi pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku. 
      Mungkin aku belumlah menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka  aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya. Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka  yang kelelahan sama sekali dan  mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di lakukanya dengan ikhlas.
        Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya di setiap harinya.

By: Wisnu Wijaya

Minggu, 01 Januari 2017

UAS TIK

Nama       : Wisnu WIjaya
Kelas       : 3F
NPM          : 15230197
Prodi        : PJKR

1. Jawaban sesuai UAS TIK No. 1 yaitu bisa di lihat  Disini
2. Jawaban sesuai Uas TIK No.2 yaitu  Disini
3.  Dua Mutiara Kehidupan

Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku banyak menyushkan banyak berbuat salah pada  mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.
         Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil, memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada orang lain. 
        Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel. 
       Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas  tapi pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku. 
      Mungkin aku belumlah menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka  aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya. Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka  yang kelelahan sama sekali dan  mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di lakukanya dengan ikhlas.
        Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya di setiap harinya.

By: Wisnu Wijaya


4. Inilah video karya kelompok saya keseharian waktu saat di semarang yang sedang menempuhkuliah di Upgris

Sabtu, 24 Desember 2016

Kegiatan kuliah di semarang

Mau tau kegiatanku kalo kuliah di semarang ataupun keseharianku di semarang chek this outKlik disni

Selasa, 29 November 2016

Wisata Alam Jembatan Buntu Batang

               Wisata Jembatan Buntu ini berada di Desa Sengon Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Untuk bisa sampai kesana apabila kita dari jalan patura kita bisa berhenti di Rumah Makan Sate Subali atau SD Sengon Subah yang berada di utara jalan pantura. Tepat disebelah SD Sengon Subah ada gang masuk keutara, kita bisa mengikuti jalan itu terus sampai menjumpai papan bertuliskan Jembatan Jembatan Buntu Sengon Subah Batang ini. Tempat tersebut sangat menarik bagi para penikmat fotografi ataupun berselfie karena tempat tersebut menyuguhkan pemandangan dan spot yang menarik bila di abadikan lewat berfoto. Dan di jembatan buntu tersebut juga tersedia banyak tulisan dengan kayu yang di cat dan di tulisi sebagai properti untuk berfoto. di jembtan buntu tersebut menyuguhkan pemandangan yang indah dan bila anda berunung pada saat cuaca yang cerah nampak bukit-bukit hijau pepohonan yang di tengah-tengahnya megalir sungai yang berliku-liku dan apabila beruntung maka akan terlihat laut di balik bukit tersebut. itulah gambaran sedikit tentang wisata di BATANG
Buntu dan ikuti petunjuknya. Jembatan Buntu Desa Sengon ini merupakan hasil kreatifitas remaja Desa Sengon Subah yang jeli melihat peluang dan potensi di desanya. Harapanya Pembangunan Wisata Jembatan Buntu ini dapat memberikan kontribusi besar demi kesejahteraan masyarakat desa Sengon Subah Batang. Baru baru ini di desa sengon subah di bangun tempat wisata baru yang sangat unik dan menarik perhatian untuk mencoba datang ke wisata di sengon subah yang namanya Jembatan Buntu Love Sengon Subah asik sekali tempatnya sangat sejuk juga pemandangannya sangat indah Penasaran dengan keindahan

Rabu, 09 November 2016

Curug Genting

curug genting merupakan destinasi wisata yang ada di Batang tepatnya di desa di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya kurang lebih 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Untuk menuju ke lokasi destinasi ini, wisatawan dapat menempuh rute dari Batang-Bandar-Blado sejauh 25 km. Setelah itu, kemudian menyusuri jalan desa beraspal dari Blado menuju Bawang sejauh 5 km. Curug ini sempat populer pada beberapa tahun yang lalu, namun sejak tahun 2009 tak lagi dikelola. Kini, lokasi wisata alam itu pun seakan berubah menjadi tempat asing.  Nama Curug Genting diambil dari dua fenomena alam yang terdapat di lokasi ini, yaitu Curug (Air Terjun) dan Genting (Gua).
Di lokasi ini, selain terdapat air terjun, memang terdapat gua alam dengan kedalaman lebih kurang 17 meter. Di dalam gua tersebut mengalir air yang dingin melalui sela-sela bebatuan.
Air tejun Curug Genting sendiri terpampang megah dengan ketinggian 40 meter. Di sekelilingnya, terhampar hutan pinus yang asri.
Satu hal yang menarik dari lokasi wana wisata ini adalah suasananya yang sunyi. Tempatnya memang tersembunyi dan di sekelilingnya masih sepi dari aktivitas ramai. Jika bukan di hari Minggu atau hari libur lainnya, tak banyak orang akan datang ke sana.
Bahkan, boleh dikatakan agak sulit bertemu orang di sana jika bukan di hari libur. Sehingga, destinasi ini bisa dikatakan sebagai potensi wisata yang tersembunyi. Perjalanan menuju air terjun memang terasa membutuhkan perjuangan. Maka, untuk mempermudah pengunjung turun demi menikmati keindahan air terjun, selain telah membangun tangga setinggi sekitar 500 anak tangga, pihak pengelola juga menyediakan shelter sebagai tempat beristirahat sambil menikmati keindahan alam yang masih alami.
Tak hanya alami, wana wisata Curug Genting juga memiliki nilai edukasi yang cukup tinggi. Nilai itu antara lain sudah terlihat dari pintu gerbang bergapura. Gapura berwujud wajah Betara Kala yang mulutnya menganga.
Mulut menganga itulah yang berfungsi sebagai pintu masuk. Gapura Betara Kala ini dilengkapi dengan aksara Jawa di bagian pelipisnya yang bertuliskan “Wening Manjing Gapuro Tunggal”. Tulisan tersebut merupakan sebuah sengkalan atau penandaan waktu yang biasa digunakan oleh orang Jawa Kuno. Betara Kala yang mulutnya menganga itu juga memiliki filosofi tersendiri. Kala yang juga berarti waktu dengan mulutnya yang menganga itu berarti pula bahwa ketika kita melangkah memasuki gapura tersebut, pada prinsipnya kita telah masuk ke dalam mulut Sang Kala, dan kita telah termakan oleh waktu. Intinya, di dalam setiap langkah kita akan termakan oleh Sang Kala (waktu), dan waktu kita untuk hidup akan semakin berkurang.

Minggu, 06 November 2016

Dua Mutiara Kehidupan



    Dua Mutiara Kehidupan


        Dimana aku di besarkan oleh mereka yang sangat sederhana tapi sangatlah luar biasa. Aku mengagumi mereka di mana mereka sebagai motivator maupun penyemangatku di setiap harinya walaupun kadang aku banyak menyushkan banyak berbuat salah pada  mereka tapi mereka selalu sabar menghadapiku. di mana mereka berjuang demi melihat anak-anaknya sukses. Satu persatu anaknya mulai tumbuh besar dan dewasa dan secara perlahan umur mereka sudah tidak muda lagi. aku bertekat aku akan membuat mereka bangga terhadapku dan bangga mempunyai anak sepertiku selagi mereka masih bernafas aku mencoba untuk setiap harinya membuat mereka tersenyum agar mereka setiap harinya di hidupnya sangatlah berarti.
         Mereka selalu menemaniku dari aku lahir hingga seperti ini di mana mereka setiap harinya mengganti popokku, di mana mereka menggendongku sewaktu aku masih kecil. memandikanku sewaktu masih kecil, memakaikan baju, mengajari caranya makan yang benar, menyuapiku setiap harinya, dan di saat aku beranjak SD secara sedikit demi sedikit mereka mengajariku sholat, mengajari mandi, mengajari berbicra yang baik kepada orang lain. 
        Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di saat seorang anak lagi bandel-bandelnya tapi mereka masih sabar mendidiku dan mengajariku ke arah yang benar, dan pada tiba suatu hari aku berkelahi dengan sesama teman dan saat itulah aku di panggil ke BK dan di suruh menemui mereka dan pada saat itu aku di marahi, bukan di marahi dengan kasar tapi memarahinya penuh dengan makna walaupun di saat itu bandel. 
       Setelah beranjak ke SMA sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bagaimana caranya membedakan hal baik dan hal yang buruk. Walaupun aku masih nakal sewaktu di sekolah. Sering membolos di jam kosong. Dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas  tapi pengalaman itu yang membikin seru di saat masa-masa SMA. Di saat waktu pulang malam, pulang sekolah hujan-hujanan mereka selalu menasihatiku tanpa lelah. di situlah saya terharu akan sikap mereka yang tidak pernah lelah menasehatiku setiap aku mengalami masalah. dan pada sat ini aku beranjak ke universitas dan jauh dari orang tua aku di tuntut untuk mandiri saat jauh dari mereka walaupun aku kadang merasa kangen di saat tidl kembali kerumah aku sempatkan menelvon mereka. Walaupun via suara tapi mereka sangat berarti bagiku dan setiap kehidupanku. 
      Mungkin aku belumlah menjadi anak yang baik di mata orang lain tapi di mata mereka  aku sangatlah berharga. Yang dulu aku tidak mengerti bagaimana susahnya mereka mencari nafkah buat keluarga dan seiring berjalanya waktu dan bertambahnya usia, aku mulai mengerti tentang bagaimana susahnya mencari uang bagi anak-anaknya yang mereka bekerja dari pagi sampai sore bahkan sampai malam juga untuk mencari sebuah nafkah ntuk anak-anaknya. Namun saya heran tidak ada raut wajah mereka  yang kelelahan sama sekali dan  mereka sangat menikmati sekali perkerjaanya, mungkin itu semua di lakukanya dengan ikhlas.
        Mungkin aku belumlah dewasa dan masih anak kecil yang masih bergantung pada mereka tapi aku setidaknya tau bahwa mereka adalah harta yang sangat berharga dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun. Iya itulah mereka? iya mereka adalah dua mutiara yang sangat berharga di kehidupanku dan kata mereka dalam cerita ini adalah BAPAK & IBU begitulah saya memanggilnya di setiap harinya.

By: Wisnu wijaya